Mahasiswa Ciptakan Alat dari Eceng Gondok

detiknews Melihat kondisi perairan khususnya di pelabuhan yang banyak terkontaminasi oleh minyak yang tumpah, sekelompok mahasiswa menciptakan Maboa, alat penyerap minyak menggunakan eceng gondok dan sekam padi.

Mereka adalah empat mahasiswa Universitas Brawijaya antara lain Romi Dwi Nanda, Mauliddiana Nurul Ilyas, Nur Sakinah Junirahma dan Muhammad Alfian Arifin. Keempat mahasiswa tersebut memanfaatkan eceng gondok dan sekam padi menjadi magic briket.

Ide ini muncul karena keprihatinan kami atas kondisi perairan Indonesia yang semakin hari semakin buruk,” kata Mauliddiana seperti dilansir dari laman UB, baru-baru ini.

detiknews Perairan yang telah dikontaminasi berbagai jenis minyak seperti solar atau oli bekas, menurut dia, bisa berdampak fatal pada kehidupan bawah laut.

“Bukan hanya bisa membahayakan berbagai ekosistem yang ada namun juga berakibat pada kesehatan kita apabila ikan-ikan itu kita konsumsi,” imbuhnya.

Sementara Romi mengatakan Maboa merupakan kombinasi antara sistem alat berbentuk jaring dengan auto spray berisi bakteri yang memiliki fungsi mendegradasi minyak di perairan.

“Maboa ramah lingkungan, ekonomis, dan mampu membantu mengurangi sejumlah masalah di perairan Indonesia,” ungkapnya.

Selain mengurangi dampak buruk dari minyak terhadap lingkungan perairan, empat mahasiswa tersebut juga berharap produknya bisa menekan anggaran pemerintah untuk menangani insiden tumpah minyak di laut.

Hingga saat ini Maboa sedang dalam tahap penyempurnaan desain dan pendaftaran hak paten di LPPM UB. “Kami berharap kedepan Maboa bisa diaplikasikan secara lebih luas tidak hanya di pinggir pelabuhan saja,” tandas Alfian. detiknews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *